Unit SAR Unpad Ikut Turun Tangan Bantu Pencarian Korban Hanyut di Sungai Cibangbay Tasikmalaya

Ramainya pemberitaan di jejaring sosial mengenai  seorang remaja SMP berumur 15 tahun, Srimawati,  yang hanyut di sungai Cibangbay, kota Tasikmalaya, sampai ke telinga para anggota Unit Search and Rescue (SAR) Unpad. Berdasarkan berita tersebut, salah satu UKM di Unpad yang memang bergerak dalam berbagai macam kegiatan kemanusiaan ini mengirimkan para anggotanya yang berjumlah 7 orang untuk ikut menurunkan kaki dan tangan mereka ke lokasi bencana yang tepatnya terletak di sungai Cibangbay lokasi wisata Curug Tonjong, Kampung Cipeusing, Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Tim yang berasal dari para mahasiswa Unpad ini terdiri dari Gian Ertiana Tsani (FTG-2009), M. Reza Widiatmo (FTG-2008), Yanwar Yusuf (FTG-2009), Bayu Ares Nugraha (FTG-2010), Vania Setiarini (Psikologi-2010), Dwi R. Handayani (Pertanian-2009), dan Fitriani Dewi Aprilia Aprilia (FTG-2010). Mereka turut membantu pencarian korban yang hilang terbawa arus sungai setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Tim Sar yang telah lebih dulu menginjakan kakinya di lokasi bencana.

Bukan sebuah penghargaan atau kata-kata pujian yang ingin mereka dapatkan dari perjalanan mereka yang cukup jauh ke lokasi bencana, tetapi lebih kepada rasa empati dan kemanusiaan yang telah terpupuk dalam diri mereka. Seperti tutur Gian Ertiana Tsani ketika ditemui di ruang Humas Gedung Rektorat Unpad Jatinangor

“Ya kan kita ngerasain juga gimana sih kalau ada orang yang kena musibah, terus misalnya rasa khawatir yang amat sangat itu menimpa keluarga si korban hanyut,” tutur Gian yang telah kurang lebih satu tahun menjadi bagian di unit SAR Unpad.

Berangkat dari niat tulus tersebut, akhirnya mereka menuju tempat kejadian dengan membawa peralatan yang sesuai dengan standar operasi menghadapi bencana seperti ini. Tim yang beberapa waktu lalu pernah turun tangan juga dalam kasus Jembatan Runtuh di Ciampel, Bogor ini berangkat pada Jumat (9/03) pagi dan langsung bergabung dengan Warga sekitar, Tim SAR Forum Relawan Bencana Tasikmalaya (FRBT) yang dikomandoi oleh kang Bobby, dan organisasi kemanusiaan lainnya.

Di sana, mereka mendapat area pencarian sejauh 5 kilometer dari tempat kejadian di sungai Cibangbay hingga percabangan sungai Ciwulan yang lebih besar. Pencarian korban dilakukan dengan sangat teliti dengan memperhatikan setiap kemungkinan korban akan terdampar. Setelah beberapa jam melakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan oleh warga sekitar yang ikut melakukan pencarian di daerah sungai Cibangbay. Warga sendiri menemukan korban secara tidak sengaja setelah melakukan pencarian dari hilir ke hulu.

Setelah korban ditemukan, unit SAR Unpad sendiri turut membantu dalam hal evakuasi korban hingga desa Urug. Walaupun hanya mendapatkan jasad si korban, namun rasa bahagia tetap menyelimuti para anggota salah satu UKM Unpad ini. Dengan ditemukannya si korban setidaknya rasa penasaran keluarga korban dapat lebih terobati “Ya Alhamdulillah sudah ketemu. Keluarganya juga sudah tidak penasaran,” ujar Gian.

Ikut membantu hanya beberapa jam saja tidak membuat operasi ini tak bermakna apa-apa bagi Gian dan kawan-kawan dari Unit SAR Unpad. Setidaknya ada sedikit pelajaran yang dapat dipetik oleh mereka dari alam, terlebih kegiatan yang mereka lakukan selalu tak lepas dari alam.

“Pelajaran juga buat diri sendiri dan buat orang-orang yang suka bermain di alam terbuka, apalagi ini kejadiannya di sungai. Keselamatan itu harus benar-benar diperhatikan,” tutup Gian. *

 

http://www.unpad.ac.id/archives/52935

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s