CATATAN PERJALANAN: LATIHAN MEDAN OPERASI GUNUNG HUTAN AM.SAR.XXIII.003 Tika Gumilang

Laporan Mabim Gunung Hutan

Dalam operasi SAR darat diperlukan pengetahuan tentang navigasi darat, komunikasi lapangan, ESAR, dan jungle survival. Kumpulan materi itu dirangkum dalam waktu 5 hari pada AMO (aplikasi medan operasi) gunung hutan dan kami para anggota muda Unit Search and Rescue Universitas Padjadjaran dilatih untuk bias menguasai materi tersebut.

AMO kami dilaksanakan di Rancaupas, Ciwidey. Terhitung dari tanggal 16-20 Agustus 2012. Kami berangkat menuju Rancaupas pada tanggal 15 Agustus 2013 pukul 21.30 dengan jumlah 9 orang AM diantaranya Danan, Ega, Iqbal, Dito, Tika, Ina, Karin, Hani, dan Carmel, dan 2 orang kolat yaitu Kang Aziz dan Kang Aseng.

NAVIGASI DARAT

Pada hari pertama, kami dibagi menjadi 3 kelompok untuk melakukan navigasi darat ke 3 puncakan yang berbeda. Kelompok 1 diketuai oleh Carmel dengan anggota Hani dan Iqbal bernavigasi menuju puncak Gn. Cadas Panjang, kelompok 2 diketuai oleh Tika dengan anggota Danang dan Ega menuju puncak 2020, sedangkan kelompok 3 yang diketuai oleh Ina dengan anggota Karin dan Dito menuju puncak Gn. Kolotok.

Sebelum melakukan pergerakan, kami diberikan materi singkat tentang komunikasi lapangan dan memasang antena hygen agar memudahkan kami dalam berkomunikasi. Sesuai kesepakatan, komunikasi dilakukan dalam jangka waktu 1 jam. Kelompok saya mulai bergerak pada pukul 12.00 dengan sebelumnya menentukan terlebih dahulu koordinat awal. Untuk menentukan koordinat awal kami melakukan resection terhadap 2 titik ekstrim, yaitu puncak Gn. Patuha dan punggungan Gn. Cadas Panjang.

Pergerakan dilakukan dengan menyusuri punggungan dan kelompok kami didampingi oleh Mang Ameng. Perlengkapan navigasi yang kami bawa antara lain, kompas bidik, kompas orienteering, alat tulis, peta Ciwidey, protraktor dan altimeter. Tapi cerobohnya, altimeter yang kita bawa tidak bisa digunakan karena belum dikalibrasi.

Kita sampai puncak sekitar pukul 15.00, dari atas puncak terlihat pemandangan Situ Patenggang. Ketika kami sampai puncak langit sudah mulai mendung, kami membuat shelter dan masak untuk makan siang. Sedangkan Danang, dia mengorientasi medan apakah benar itu puncakan yang kita tuju. Setelah berkomunikasi ke basekom, ternyata kelompok 2 salah menaiki punggungan dan malah menuju ke puncakan 2020, oleh karena itu kami menunggu mereka sekaligus beristirahat. Sekita pukul 16.00 mereka tiba di puncakan, setelah mereka melakukan briefing oleh Kang Ardi dan Kang Aziz kami, dari kedua kelompok, turun ke basekom.

Malam harinya ada evaluasi tentang pergerakan tadi, dan briefing untuk kegiatan besok. Ternyata setelah navdar ini ada materi ESAR. Kami ditugaskan untuk mencari survivor bernama Subur Alexander, dia berasal dari Bandung dengan organisasi PA Rempakem, ciri-ciri fisik yang dimiliki yaitu tinggi 172cm dan warna kulit sawo matang. Informasi yang didapat dari teman-temannya, Subur melakukan latihan navdar seorang diri dengan tujuan puncakan Gn. Cadas Panjang dan Gn. Kolotok dengan waktu keberangkatan tanggal 14 Agustus 2013 dan rencana kembali tanggal 15 Agustus2013. Keluarga dari Subur Alexander ini melapor pada tanggal 16 Agustus pukul 08.00. Oleh karena itu, kami akan memulai pencarian pada besok hari tanggal 17 Agustus 2013

image1
  image2

Ketika dalam perjalanan menuju puncak 2020

 image4
 image3

Ini dia puncakan 2020, walau langitnya agak mendung

  image5  image6

Kolat kece yang nemenin tim 1, Mang Ameng             Suasana diatas puncakan

image8 image7

Tim 1, yang seharusnya ke Cadas Panjang                       Bersiap untuk turun lagi ke basekom

ESAR

ESAR  dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2013 – 19 Agustus 2013. Anggota muda dibagi menjadi 2 tim SRU, tim 1 yaitu Tika, Karin, Ina, Danang, dan Dito dengan diketuai oleh Danang dan kami beri nama tim kontribusyi, sedangkan tim 2 yang di namai dengan tim PPS dan diketuai oleh Iqbal beranggotakan Hani, Carmel, dan Ega. Sebelum memulai pencarian, kami melakukan briefing terlebih dahulu untuk menentukan kemungkinan arah survivor akan bergerak. Pergerakan pertama, kami melakukan tipe pencarian hestic/cepat hal ini dilakukan karena belum adanya jejak survivor. Tim 1 bergerak menuju puncak Cadas Panjang sedangkan tim 2 bergerak menuju puncak kolotok.

Kedua tim memulai pergerakan pada pukul 11.00 dengan memasang marker pada titik awal pencarian. Tim kami beristirahat untuk makan siang pukul 12.24 di koordinat 763.150 – 211.700 sekaligus untuk laporan ke basekom tentang kondisi tim. Selesai beristirahat kami melanjutkan perjalanan dengan memotong sudut kompas 330o awalnya jalur yang kami lewati cukup landai tetapi semakin lama berjalan kami menemukan jalur yang curam.

Pukul 15.15 kami berhenti melakukan pergerakan karena cuaca hujan dan kami masih berada di lereng dengan vegetasi yang rapat, kami memutuskan untuk membuat shelter dan perapian. Ditempat kami membuat shelter, kami tidak bisa melakukan komunikasi dengan baik ke basekom, oleh karena itu untuk berkomunikasi kami harus mencari daerah yang mungkin terjangkau oleh sinyal HT yang kami miliki.

Pukul 19.30 karena cuaca dingin dan mulai malam, kebutuhan kalori juga tidak bisa dilupakan. Kami memasak dan kemudian makan dengan bekal yang kami bawa dan air yang tidak banyak, beruntung kami mempunyai api yang bisa (walaupun sedikit) menghangatkan tubuh kami. Pukul 20.15 kami melakukan laporan ke basekom tentang pergerakan mulai dari titik awal sampai pada titik dimana kami berada sekarang dan kondisi tim, buruknya pada malam itu salah satu anggota kami, Dito, sakit dan diperkirakan bahwa dia tidak bisa melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Pukul 22.00 kami beristirahat untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Total marker yang kami pasang hari ke-1 adalah 6, yaitu titik awal, tempat istirahat makan siang, pergantian guide menjadi sudut kompas 330o, pergantian guide jalan setapak, pergantian guide menjadi sudut kompas 330o, dan tempat kami membuat shelter.

18 Agustus 2013, kami bangun pukul 05.00 karena pukul 08.00 kami sudah harus melanjutkan perjalanan. Karena kondisi Dito yang tidak sehat dan kami menunggu kolat datang, akhirnya kami memulai pergerakan pukul 09.19 untuk menuju puncak Cadas Panjang. Pukul 10.13 diketinggian 1920 mdpl, kami menemukan bekas perapian dan segel bungkus aqua di kordinat 762.890-211.300. Ketika ingin melanjutkan perjalanan kami bertemu dengan Gani yang baru menyusul untuk mengikuti AMO, kami sampai ke puncak Cadas Panjang pada pukul 10.50, kemudian kami melakukan orientasi medan dan meresection beberapan titik ekstrim, misalnya puncakan 2020 95o puncakan tanpa nama 345o dan bukit Quinine 15o.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Gunung Kolotok dengan sudut 30o dan guide jalan setapak pada pukul 11.44, kami berhenti untuk beristirahat dan menentukan pergerakan selanjutnya pada pukul 13.25 di bivak alam yang kemungkinan merupakan bekas survivor karena kondisi saat itu juga turun hujan. Ketika melakukan orientasi medan disekitar tempat kami beristirahat, kami menemukan jejak survivor, berdasarkan informasi dari warga terdengan suara dari puncakan yang punggungannya memanjang kea rah kolotok, oleh karena itu kami merubah tipe pencarian menjadi tipe 3, close grid, dengan sudut 50o dari koordinat 763.312 – 211.888. Danang sebagai ketua memberikan tugas kepada kami, saya dan Gani menjadi ribbon man, Danang menjadi leader, Karin dan Ina menjadi kompas man.

Pukul 16.47 kami menemukan jejak ditanah yang bertuliskan “subur”, karena pergerakan dihentikan maka kami memutuskan untuk membuat shelter. Tidak beberapa lama kami sampai, tim 2 juga sampai ditempat yang sama dengan kami. Kami makan pada pukul 19.43 dan setelah kebutuhan kami tercukupi, kami, dari ke 2 tim, laporan tentang pergerakan yang kami lakukan selama satu hari ini. Untuk marker yang tim saya keluarkan berjumlah 6 marker diantaranya, pertama, ketika kami menemukan perapian, kedua ketika sampai dipuncak Cadas Panjang dan menemukan perapian, ketiga ketika kami menemukan bivak alam, keempat ketika menemukan jejak kaki, kelima ketika menemukan tutup botol dan bungkus mie instant serta perubahan tipe pencarian dan yang keenam ketika kami menemukan peta serta tulisan “Subur” di tanah.

19 Agustus 2013, kami melakukan persiapan untuk melanjutkan pergerakan pada pukul 06.00 dan pada pukul 08.35 kami mulai pergerakan dari koordinat 763.400 – 212.150 dengan sudut 165o dengan tipe pencarian 3 yaitu close grid. Pada hari ini, yang menjadi leader bagi ke-2 tim adalah Gani dan yang bertugas sebagai ribbon man adalah Iqbal dan Danang, kompas man Tika dan Ega, dan yang menjadi notulen adalah Hani.

Pukul 09.25, pergerakan dihentikan dan kami melakukan orientasi medan. Koordinat tempat kami berhenti adalah 763.350 – 211.940. Kami memulai pergerakan kembali pada pukul 10.53 atas perintah basekom. Sepanjang perjalanan yang kami lalui, kami terus memanggil nama “Subur”. Pada pukul 12.00 kami beristirahat dan makan siang, karena persediaan air hanya tinggal setengah kompan, maka kami memutuskan hanya makan dengan roti dan susu saja. Ketika ingin melanjutkan perjalanan, kami memanggil nama survivor, dan pada pukul 12.46 kami mendengar teriakan “tolong” dari arah lembahan. Ega, Iqbal dan Danang memutuskan untuk mengecek apakah itu survivor. Ketika itu dipastikan bahwa suara itu berasal dari survivor kami segera membagi tugas untuk memuka jalan, merawat survivor, dan membuat tandu. Evakuasi dilakukan pada pukul 14.00.

Saya kira, kami akan pulang setelah materi ESAR selesai, ternyata ada tahap ketiga yaitu, jungle survival L

image9

SRU siap mencari survivor

image10

Tim Kontribusyi J

JUNGLE SURVIVAL

Ditempat kami akan berkemah ditemukan banyak daun tereptep, daun ini bisa membuat kulit terasa tersengat, tetapi tidak lebih parah dari daun fulus. Posisi kami berada didekat sungai, oleh karena itu banyak ditemukan tumbuhan pakis dan pohon pisang. Bivak yang kami buat merupakan bivak individu. Saya membuat bivak dengan beralaskan daun pakis dan beratapkan daun pisang. Untuk jungle survival ini kami hanya dibekali, garam, gula, 1 bungkus paraffin, minyak komando, 2 nesting dan 1 kompor lapangan, untuk kebutuhan kelompok.

Beruntung, di sungai dekat camp kami, kami menemukan udang. Jadi, malam ini kami makan udang yang digoreng dengan minyak komando dan pakis yang bisa dibilang kurang untuk kami bersembilan. Selain udang, Ega menemukan jantung pisang, karena pengetahuan yang kurang soal memasak, jantung pisang itu kami rebus. Tapi ternyata getahnya tidak bisa hilang dan rasanya tidak bisa dikatakan enak.

Selesai makan malam, kami diberikan materi menggunakan webbing untuk membuat body harness. Dan ternyata, kami disuruh untuk tidur diatas pohon, namanya tidur kalong. Walau hanya beberapa menit tapi terasa sesak bagi saya karena webbing yang terlalu menekan dada. Saya hanya bisa naik 2 meter dari permukaan, berat sekali rasanya untuk mengangkat badan tapi akhirnya saya dibantu oleh ka Vani. Walau awalnya dikatakan 2 jam untuk tidur kalong, tapi ternyata kami disuruh turun dan tidur di bivak yang kami buat.

Besok paginya tanggal 20 Agustus 2013, karena perut yang lapar, kami mencari makanan yang bisa dimakan. Akhirnya kami makan udang, jantung pisang yang lebih enak dari sebelumnya, dan daun pisang muda yang kami goreng dengan minyak komando. Selesai makan, kami diberi materi tentang jungle survival, dari cara membuat bivak, menylakan api, mencari air dan juga yang paling penting mencari makan. Setelah semua materi selesai, ternyata para kolat sudah mempersiapkan makanan untuk kami. Selesai makan kami bergegas untuk pulang karena tanggal 21 Agustus 2013 ada pawai untuk student day.image12 image11

1 Comment

  1. Hemmm.. Awalnya saya pokir formatnya kayak report gitu tik, tapi makin lanjut makin mirip story ya tulisan kamu ini. Haha

    Oke nih, foto2nya mulai dikasih judul. Jadi cukup jelas visualisasinya. Kalo menurut saya sih ada beberapa kesalahan teknis ya di tulisannya. Struktur kalimat, diksi, dan tanda baca ada yang kurang tepat. Tapi bagus kok. Tinggal sering2 lagi aja baca dan nulis, pasti jadi lebih bagus lagi. Mabim tebing bisa jadi next story meureun yah? Haha. Semangat ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s