CATATAN PERJALANAN: LATIHAN MEDAN OPERASI GUNUNG HUTAN AM.SAR.XXIII.008 M. Iqbal Aulia

MABIM GUNUNG HUTAN

16-20 Agustus 2013, merupakan tanggal kita Anggota Muda Sar melakuan Mabim Gunung Hutan. Mabim ini merupakan salah satu syarat untuk bias melakukan siding NPA dan Mabim kedua yang dilaksanakan setelah Mabim water. Mabim Gunhut seperti tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan di Rancaupas, Ciwidey, Kabupaten Bandung.Kami berangkat tanggal 15 malam dengan menggunakan carteran angkot dan sebagian menggunakan motor. Sayangnya kita hanya berangkat 9 orang dari 17 orang,hiks. Sekitar jam 12an malam kami sampai di tempat camp dan langsung mendirikan tenda dan fly sheet. Sebelum tidur Kolat Aseng dan Aziz memberi tahukan pergerakan kita untuk esok hari.

 

06.00 kita bangun dan langsung melakukan binjas pagi.Suasana disana sangat dingin. Materi yang akan dilaksanakan hari itu adalah Navigasi Darat. Setelah binjas kami sarapan sesuai kelompok yang telah dibagi pada malam harinya.Saya kebagian dengan Carmel dan Hani, cewe-cewe paling pendiem di XXIII.Kita diberi koordinat tujuan kita dan setelah dilihat di peta tujuan kita adalah puncakan Cadas Panjang. Sarapan selesai, kolat-kolat yang menyusul pun sudah dating. Kami pindah basekom ke dalam hutan yang tidak jauh dari jarak camp sebelumnya.Setelah disana kami mereview sedikit materi dan dijelaskan tentang antenna hygen. Setelah semua siap tim kami berangkat jam 11 siang. Sebelumnya kita orientasi medan dan memilih jalur yang akan kita lalui. Akhirnya kami memilih jalur yang panjang namun agak landau. Kolat yang menemani kami adalah Bang Ardi dan aa Azis. Tim kami pun langsung bergerak mencari jalan setapak yang bias dilalui.Tibalah kita disebuah punggungan.Disini kami memakan waktu yang sangat lama untuk menentukan titik dimana kita berada.Bila melakukan resection kami meman tepat berada di puggungan yang menujun Cadas Panjang. Namun Bang Ardi berkata lain, kita malah berada di puncakan 2020 tujuan kelompok Ega n friends. Yang membuat kami lama adalah belajar ormed dengan bang ardi hingga mengerti. Ahirnya kita yakin bahwa itu memang punggungan 2020. Karena sudah lumayan jauh akhirnya tim memutuskan untuk lanjut ke 2020 dan bila waktu cukup akan ke cadas panjang melewati 2020. Kami pun melanjutkan perjalanan lagi. Sekitar jam 4an akhirnya tim sampai di puncakan. Ternyata memang benar itu puncakan 2020 dan disitu tim ega sengaja menunggu tim kami datang. Carmel dan Hani benar-benar menjadi pendiam saat itu, mungkin karena sudah capek kali ya. Di puncakan kami mereview kembali perjalanan kita dan kemunginan kesalahan yang terjadi.Kami belajar bahwa selain resection, kemampuan ormed pun sangat dibutuhkan.Lagipula peta yang digunakan adalah tahun 60an, wajar jika sudah ada perubahan sudut. Jam 5an kami turun menuju basekom melewati jalur kelompok Ega. Di basekom kami istirahat, membuat api, shelter, dan mereview kegiatan hari itu. Kita juga mempersiapkan untuk kegiatan esok hari yaitu ESAR. Sekitar jam 12 kami tidur di flysheet.

 

Keesokan harinya seperti biasa kami bangun jam 6 pagi dan melakukan sedikit binjas, sarapan, dan mempersiapkan pergerakan. Kali ini tim dibagi menjadi 2. Tim saya adalah Egad an cewe-cewe paling pendiem se XXIII lagi. Kami memberi nama tim kami PPS. Singkatannya Para Pencari Subur, bisa dibilang juga Pulang Pasti Selamat. Ada juga yang bilang Para Penghuni Sekre.Tapi kami berharap Para Penghuni Surga.Materi kali ini kami diberi kasus tentang orang hilang bernama Subur Alexander. Nama yang saya yakin tidak akan ada di belahan dunia manapun. Ciri-ciri dan segala sesuatu tentang survivor telah diberitahukan pada malam sebelumnya. Sekitar jam 10 kami berangkat tanpa kolat yang menemani.

 

image1

 

        Tim PPS (Para Pencari Subur)

 

Tipe pencarian yang dilakukan adalah tipe 1 dengan tujuan puncakan Kolotok.Jalur yang kami lalui pun awalnya sangat landau, melewati rawa dan perkebunan. Jalan landai ini kami lalui hingga kami beristirahat jam 1 siang. Saat diperjalanan kami menemukan banyak sekali bekas perapian dan shelter. Kami bingung apakah itu punya survivor ada orang lain. Di beberapa tempat kami memasang marker. Sekitar jam setengah 3 kami melakukan pergerakan lagi. Jalur sekarang sudah lumayan menanjak.Degan pede kami mengikuti jalan setapak dan yakin jalur yang kita lalui benar.Sekitar pukul 4 hujan datang dengan derasnya.Kami sedang berada di lembahan yang sangat curam.Akhirnya kami menemukan sebuah sadelan.Sadelan ini bila dipeta mirip sadelan sebelah puncakan Kolotok. Karena sudah hamper gelap. Kami memutuskan untuk memotong kompas berjalan kea rah puncakan dengan menerobos pohon-pohon. Saat hamper maghrib kami tiba disebuah puncakan. Namun kami bingung apakah itu puncak kolotok atau bukan.Lumayan sulit juga untuk melakukan ormed karena hari sudah gelap.Kami melapor ke basekom dan kita disuruh memastikan apakah kita ditujuan yang tepat atau tidak.Bila tdak maka esok subuh-subuh kami harus bergerak dan ke tujuan yang ditentukan.Karena sudah malam juga kami beristirahat di puncakan tersebut.Kita buat shelter, makanan, perapian, dan melapor ke basekom tentang pergerakan kita hari ini. Jam 11 kita sudah tidur ditemani perapian.

 

 

image2

 

Api yang menemani saat malam yang dingin

 

Lagi dan lagi kita sudah bangun jam 6. Ini adalah hal yang luar biasa karena bisa bangun pagi terus.Saya dan ega pun langsung melakukan ormed untuk menetukan posisi kita.Namun tetap saja kita tidak bisa menentukan.Ada gambling kita memang di kolotok atau bukan.Kami pun melapor ke basekom bahwa kami tidak tahu keberadaan kita.Perintah basekom pun akhirnya menyruh kita teriak sekencang-kencangnya. Saat kita ormed carmel dan hani pun memasak untuk sarapan pagi. Setelah sarapan selesai kami mencoba ormed lagi sambil tetap berteriak.Tidak lama dari itu ternyata azis dan bayu datang untuk menyusul kami.Kami diberitahu bahwa kita bukan di kolotok melainkan puncakan noname.Karena itu kami diberi hukuman 3 seri push up, lumayan lah olahraga pagi.Setelah semua persiapan beres kami melanjutkan pergerakan lagi.Tipe pencarian yang digunakan adalah tipe 3 dan diberi sudut pergerakan oleh SMC.sudut ini mengarah ke punggungan 2020. Disini lah benar-benar terasa namanya pencarian.Jalur pertama yang kita lalui adalah turunan ke lembahan yang sangat tajam.Tidak jarang kami terperosok ke bawah. Setelah sekitar 2 jam pergerakan kami tiba di lembahan. Sebelumnya saya terperosok sejauh 10 meter dan jatuh di lembahan.Untung saja tinggi ke lembahannya hanya 2 meter. Terbayang bilang jaraknya 20 meter mungki saya ga akan bisa bikin cerita disini. Disini perasaan saya sudah mulai agak panik.Memang benar lembahan itu sangat menyeramkan, ini lah mungki yang dirasakan seorang survivor, sendirian, tidak tahu menuju kemana, panik, pokoknya saya bisa merasakannya saat berada disitu.Saya pun mencoba untuk menelusuri lembahan itu, namun hujan turun, kami memutuskan untuk tetap berada pada sudut kompas dan naik ke sebuah punggungan. Sudut kompas pun kami jaga, jalan yang tadinya punggungan tiba-tiba megarah ke lembahan lagi. Saya melihat di lembahan itu ada sebuah sungai. Karena hujan deras, dan kondisi tim yang belum beristirahat, kami memutuskan untuk kembali ke punggungan mengarah ke sebuah puncakan. Memang dalam keadaan seperti itu lebih baik naik daripada turun.Untuk kembali naik pun kami kesulitan karenamedan yang curam, webbing pun dikeluarkan untuk membantu kami naik.Setalah terus mengarah ke puncakan tiba-tiba kami menemukan jalan setapak.Tanpa berfikir panjang kami menelusuri jalan itu dan sampai di sebuah sadelan lagi kami memutuskan untuk beristirahat disitu.Benar-benar chaos hari itu, hani sesaknya mulai kambuh, tapi untung tidak berkepanjangan.Kami pun memasak, sambil menunggu masakan jadi saya mencoba untuk menuju sebuah puncakan antara sadel tersebut.Ternyata itu adalah punggungan 2020 dan punggungan puncakan no name.dan dari situ kami bisa mendengar suara aseng dan tim lain. Setelah makan beres saya mencoba untuk menuju 2020 dan melakukan ormed.Aseng pun memberitahu kita harus menuju ke sebuah koordinat.Koordinat itu tidaj jauh dari tempat kita beristirahat.Akhirnya kita bertemu aseng dan azis amin dan kita disuruh menuju puncakan no name itu. Disana sudah ada tim lain dan kita kembali berkumpul. Sayangnya ada kabar bahwa dito sakit dan tidak bisa melanjutkan perjalanan, namun disana ternyata ada gani yang datang menyusul pada pagi harinya.Disana seperti biasa kami beristirahat, senang sekali bisa berkumpul bareng-bareng lagi.Sebelum istirahat tidur kita diberi instruksi untuk pergerakan besok.

 

Esok harinya kami disuruh memulai pergerakan pukul 8. Sehingga jam 7 kami semua sudah terbangun dan langsung melakukan aktivitas pagi seperti biasanya. Setelah semua siap kita benar-benar mulai pergerakan jam 8, ya hanya lewat 30 menit saja. Kami pun disuruh melakukan tipe pencarian 3 dengan sudut 165o. baru saja kita melakukan pencarian sekitar 10 meter, SMC menyuruh kita untuk menghentikan pergerakan dan mengubah sudut menjadi 205o pada instruksi selanjutnya nanti. Pagi itu banyak sekali suara tembakan-tembakan, sepertinya sedang ada latihan tembak di daerah sana. Sambil menunggu kita mengobrol-ngobrol.Dari obrolan yang meningkatkan iman seperti membicarakan hari ke kiamat, hingga obrolan yang menghancurkan iman tentang sesuatu yang tidak pantas untuk diketik dan dibaca.Cukup lama kita menunggu hingga akhirnya SMC memerintahkan kita untuk bergerak lagi dengan kembali menggunakan sudut 165o.Jalur yang kita lalui tidak se ekstrem kemarin, malah jauh dari ekstrem.Hanya berada di bibir punggungan dan kembali lagi ke dataran yang dilalui jalan setapak.Disitu kami diinstruksikan untuk istirahat. Karena persediaan air yang sudah terbatas kami tidak bisa memasak nasi, kami haya memakan satu buah roti tawar dengan susu kental manis. Setalah istirahat sebentar kami melakukan pergerakan lagi sambil meneriakkan nama survivor. Saat mau bergerak tiba-tiba tergerak suara minta tolong.Entah mengapa walaupun itu hanya scenario saya merasakan merinding.Suaranya benar-benar seperti orang yang minta tolong, saya langsung membayangkan bila saat operasi yang asli ada suara seperti itu. Akhirnya tim berhenti dahulu dan ega danang mengecek arah suara tersebut, tidak lama sisanya mengikuti mereka. Akhirnya kita menemuka survivor dalam keadaan botol isi.Kami sempat ragu apakah itu survivor yang kita cari. Dari barang bawaan dan nama memang sama dengan ciri-ciri yang diberikan. Namun dari fisik terutama tingginya berbeda dari yang aslinya.Yasudahlah namanya juga scenario. Kami langsung membagi tgas, sebagian mebuat tandu, sebagian mengurusi survivornya, sebagian lagi melakukan ormed jalur mana yang akan ditempuh. Setalah semua siap kita membawa survivor dengan tandu. Memang membawa survivor dengan tandu merupakan tugas yang lumayan berat terutama dalam medan yang terjal. Mungkin karena merasa tidak nyaman si survivor akhirnya tiba-tiba sehat dan minta jalan sendiri.Ya selesai sudah materi ESAR kita pada waktu itu.Kita pun langsung bergerak kembali mengikuti Subur alias Aseng yang sekarang sudah sehat.Di jalan Aseng bercerita bahwa latian tembak berada di dekat basekom, pantas saja kita disuruh menunggu lama tadi.Setelah lumayan jauh jarak jalan kita, akhirnya kita sampai di sebuah tempat yang sangat landau.Tidak menduga bahwa itu adalah materi survival.Terbayanglah kita siang itu tidak makan nasi, beraktivitas berat, dan langsung survival.Semua makanan dan matras diambil.Kami hanya dibekali 2 kompor lapangan, 1 kotak paraffin dan 2 nesting.Survival pun dimulai dengan membuat bivak alam individu, dan mencari makanan.Bentuk bivak yang dibuat bermacam-macam, segitiga, igloo, bahkan ada yang ingin bermain bola disana karena bentuk bivak gawang yang saling berhadapan.disitu kami sibuk masing-masing hingga semua beres.Kami pun langsung masak bahan yang kami temui.Untungnya disana terdapat udang, ya meskipun ukurannya tidak seperti lobster setidaknya ada proteinnya.Menu kita malam itu adalah gedebog pisang, jantung pisang, dan pakis.Setalah makan beres, kami diberi 1 materi lagi yaitu tidur kalong.Tidur kalong adalah tidur di dahan pohon.Tidur ini digunakan bila di dataran terdapat bahaya seperti ada hewan buas.Namun tidur yang kita coba tidak sampai ke dahan pohon, hanya menggantung di batangnya.Itu adalah tidur ya sangat tidak nyaman.Ya namanya juga tidur survival.Beres-beres tidur kalong itu saya tidak bisa bergerak beberapa menit karena kaki yang sudah mati rasa sekali.Akhirnya materi beres dan kita dipersilahkan istirahat. Saya ega dan danang mencoba untuk membuat api. Saya dan danang berduet karena bivak kita yang berdekatan. Sedangkan ega membuat sendiri. Sangat sulit membuat api pada malam itu dan akhirnya api saya dan danang tidak jadi. Namun disitu kami belajar bahwa membuat api itu dibutuhkan kesabaran yang besar. Kami pun tertidur tanpa ditemani api.

 

Malam itu saya tidak bisa tidur dengan nyenyak, seringkali terbangun karena kedinginan, berharap pagi cepat datang.Akhirnya matahari terlihat dan saya langsung menuju sinar matahari untuk berjemur. Pagi itu kegiatan kami mencoba membuat api lagi dan membuat makanan dari bahan-bahan alam. Membuat api kali ini bersama cucu mang Os yaitu Bayu. Namanya juga cucu si dewa api, perapian pun jadi dibuatnya. Pagi itu menu makanan pun lebih banyak dan lebih enak.Udang yang kami dapat sangat banyak dan ukurannya lumayan.Jantung pisang dan gedebog pisang yang dimasak pun sangat enak.Itu adalah makanan survival terenak yang pernah saya rasakan.Setelah cukup kenyang kami diberi materi lagi tentang survival dengan pemateri Bayu.Disitu kami diajarkan bagaimana kita merasakan bila menjadi survivor yang sedang survival sehingga dengan merasakannya kita bisa memperkirakan kemana pergerakan sis survivor.Materi pun selesai.Kami siap-siap packing dan diberi makanan yang layak.Tidak ragu-ragu kita makan makanan yang telah dipersiapkan oleh kolat.Setelah semua senang dan kenyang.Kami langsung membereskan barang-barang kami untuk bersiap-siap pulang.Disitu pun dinyatakan bahwa mabim gunung hutan selesai.Akhirnya 1 dari beberapa pikiran telah selesai. Kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat camp yang pertama yang ada warung sambil menunggu angkot.

 

 

 

 

Mabim gunung hutan mengajarkan kita banyak hal.Saat di hutan kemampuan kita benar-benar diuji.Hutan tidak memilih siapapun untuk mengeluarkan ketidak pastiannya.Disana juga kita merasakan bagaimana bila menjadi survivor yang tersesat di hutan, sendiri, dan tidak tau mau kemana. Avigam Jagad Samagram!

 

image3

 

 

Sebagian AM XXIII Unit SAR

2 Comments

  1. Okeh, setelah membaca tulisan ini saya menyusun beberapa dugaan:
    1. Tulisan ini dibuat dengan buru2 sehingga anda ga sempat mengoreksi,
    2. Jari anda keseleo, tapi tetep dipaksain ngetik,
    3. Mata lu juling sebelah, atau
    4. Anda memang sengaja melakukan kesalahan pengetikan kata entah apa tujuannya.
    Tinggal pilih deh mana yang bener. Hahaha

    Banyak kata yang salah ketik dan ada beberapa diksi yang kurang tepat menurut saya.

    Plotnya sih standar, tapi saya mulai tertarik di cerita hari kesua pasa saat materi ESAR. Gimana sih keadaan yang ‘chaos’ itu? Mungkin bisa lebih digali dari suasana hati tim anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s