CATATAN PERJALANAN: LATIHAN MEDAN OPERASI GUNUNG HUTAN AM.SAR.XXIII.005 Hanifah Ainul Azkia

LAPORAN PERJALANAN MEDAN OPERASI GUNUNG HUTAN

 

16 Agustus 2013
NAVIGASI DARAT

Pada materi navigasi darat kami diberikan titik koordinat awal keberadaan kami dan titik koordinat akhir, kami diistruksikan untuk mencari dan menuju titik koordinat akhir yang diberikan dengan menggunakan orientasi medan serta resection. Tim kami beranggotakan saya hanifah ainul azkia, carmelita sebagai ketua tim dan muhammad iqbal aulia.

Pergerakan kami mulai dengan sebelumnya makan terlebih dahulu dan mengemas barang-barang kami. Sebelum berangkat kami juga memplot titik awal dan titik akhir koordinat di peta sehingga kami dapat orientasi medan selama diperjalanan dan disesuaikan dengan peta. Pada saat pergerakan kami terus mengikuti arah barat karena dimulai dari titik koordinat awal ke titik koordinat akhir berarah ke barat, namun kami masih mengikuti jalan setapak. Selama perjalanan kami selalu melakukan orientasi medan, namun kami memiliki kesulitan untuk menentukan puncakan yang disebenarnya dan di peta, karena banyaknya puncakan di sekitar kami dan sulit menentukan karakteristik dari puncakan tersebut.

Dikarenakan kesulitan kami dalam melakukan orientasi medan maka setelah kami menaiki punggungan kami menyadari puncakan yang kami naiki salah sehingga tidak mencapai ke titik koordinat akhir kami yaitu puncak 2020.

 

ESAR (Explore Search and Rescue)

Survivor:              Subur Alexander

Lokasi Hilang:     dari puncakan cadas panjang sampai puncakan kolotok

 

17 Agustus 2013

Hari pertama pencarian survivor dimulai dengan 2 SRU (Search Rescue Unit) yaitu tim PPS (Para Pencari Subur dan Pulang Pasti Selamat) dengan ketua tim Muhammad Iqbal Aulia dan tim 2 Kontribusyi dengan ketua tim Danang Nuyu Ahimsa. Sebelum memulai pencarian kami mengisi energi dengan sarapan, lalu bersiap2 mengemas barang, serta yang paling penting untuk mencapai tujuan kami yaitu lokasi kemungkinan ditemukannya survivor kami menentukan jalan yang akan kami lalui dengan melihat peta yang kami miliki, karena saya adalah anggota tim PPS bersama 3 orang lagi yaitu carmelita sebagai notulen, ega pratama sebagai navigator dan muhammad iqbal aulia sebagai ketua serta saya sebagai ribbon man, kami memiliki tujuannya kepuncakan kolotok maka kami putuskan untuk jalan ke arah utara dengan melewati rawa dan persawahan serta mengikuti punggungan sampai ke puncakan Kolotok. Setelah kami sepakat dengan rute yang akan kami lewati kami berdoa dan persiapan pergerakan.

Pada pukul 10.28 kami memulai pergerakan sesuai dengan rute yang telah kami tentukan dan tidak lupa sebelumnya kami memasang markerpertama di basecomm, sebagai penanda kami memulai pergerakan ditempat itu. Tipe pencarian yang kami gunakan yaitu hestic karena belum ada tanda-tanda survivor yang kami temukan dan masih mengikuti jalan setapak. Rute pertama yang kami lewati adalah melewati rawa dan persawahan. Sesampainya kami di persawahan yaitu pada pukul 10.39 kami berhenti untuk melakukan resection agar kami dapat mengetahui titik koordinat kami dan dapat melaporkan ke basecomm, didekat persawahan tersebut kami juga menemukan sumber air berupa irigasi persawahan. Setelah melakukan resection titik koordinat yang kami dapat adalah 764000.211800 dan melaporkan pada basecomm namun saat kami memanggil basecomm tidak ada jawaban dari basecomm setelah beberapa kali pengulangan dan berpindah tempat. Maka kami mengira daerah tersebut adalah blank spot yang kemungkinan karena tertutup punggungan disekitarnya. Lalu kami melanjutkan perjalanan melewati jalan setapak disamping persawahan.

Setelah berjalan melewati jalan setapak kami kembali menemukan sumber air yaitu pada pukul 11.36, kami juga menemukan bekas perapian yang kemungkinan merupakan dari survivor serta menemukan tutup botol air mineral dan baterai yang kemungkinan dari headlamp yang dibawa survivor. Maka disana kami memasang marker karena mendapat jejak yang kemungkinan dari survivor. Sebelum melanjutkan perjalanan kami menentukan titik koordinat kami agar bisa dilaporkan ke basecomm namun karena terhalang vegetasi kami kesulitan melakukan resection. Maka kami hanya beristirahat minum dan mengambil air disumber air. Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan pada pukul 12.00 dengan membawa jejak survivor yaitu tutup botol air mineral dan baterai.

Pada pukul 12.07 kami kembali memasang marker karena kami menemukan kemungkinan jejak dari survivor berupa bivak beratapkan plastik, setelah memasang marker kami melanjutkan perjalanan dengan menyusuri punggungan dan masih melewati jalan setapak. Sesampainya kami dijalan setapak yang masih berada di lembahan kami melakukan resection karena kami sudah dapat menentukan titik ekstrim berupa dua puncakan, setelah resection kami mendapatkan titik koordinat kami yaitu 764150.211740 dan melapor ke basecomm.

Pada pukul 12.36 kami kembali menemukan perapian yang kemungkinan bekas survivor serta beberapa jejak lainnya yaitu tutup botol mineral serta baterai yang kemungkinan bekas headlamp yang dibawa oleh survivor, kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan membawa jejak survivor yaitu tutup botol air mineral dan baterai. Pada pukul 12.51 kami kembali menemukan sumber air dan melaporkan ke basecomm. Setelah mengisi persediaan air pada pukul 13.00 kami memutuskan untuk beristirahat makan karena berada dekat dengan sumber air. Sehabis beristirahat dan berkemas-kemas tim PPS melanjutkan perjalanan pada pukul 14.10 dengan menyusuri punggungan dan tetap melewati jalan setapak. Pada pukul 14.34 kami melakukan resection karenavegetasi sudah agak terbuka dan kami mudah melihat titik ekstrim. Maka kami mendapatkan titik koordinat kami yaitu 763950.212000 dan melaporkan ke basecomm.

Pada saat perjalanan hujan turun dengan deras maka kami berhenti untuk memakai jas hujan agar terlindung dari baju basah yang dapat menyebabkan hipotermia. Setelah perjalanan selama kurang lebih 3 jam kami memutuskan untuk merubah guide kami yaitu dari jalan setapak menjadi mengikuti punggungan dengan cara membuka jalan karena hari yang sudah mulai gelap dan keadaan hujan deras kami masih belum mencapai puncakan. Kami tidak dapat memasang marker perubahan guide karena keadaan yang tidak memungkinkan yaitu hujan deras.

Pada pukul 17.45 kami sampai di puncakan dan segera melakukan resection karena hari sudah hampir gelap dan akan sulit melakukan resection, kami menentukan dipuncakan mana kami berada apakah benar dipuncakan yang kami tuju yaitu puncak kolotok atau bukan. Dengan  terus berkomunikasi dengan basecomm kami melaporkan bagaimana rupa dari puncakan yang kami datangi dan masih belum dapat menentukan apakah kami benar berada dipuncak kolotok atau bukan karena hari yang sudah gelap. Maka kami memutuskan untuk beristirahat dipuncakan yang kami belum tau namanya dengan membangun shelter dan memasak makanan serta membuat api. Setelah kami selesai maka kami tidur, mengisi energi untuk pergerakan esok hari.

 

Hari Kedua 18 Agustus 2013

Hari ini adalah hari ketiga survivor telah hilang, maka kami bangun sepagi mungkin agar waktu yang kami punya untuk mencari survivor lebih banyak karena survivor telah lama hilang. Maka kami pada pukul 06.15 kembali bersiap-siap dengan memasak makanan membereskan shelter dan barang-barang kami. Dan karena kemarin kami belum dapat menentukan dipuncakan mana kami berada maka kami kembali melakukan orientasi medan dan terus berkomunikasi dengan basecomm. Setelah kami yakin dengan orientasi medan kami, ternyata kami tidak berada dipuncakan yang kami tuju yaitu puncakan kolotok. Maka kami kembali melakukan pergerakan pada pukul 10.07 dengan cara memotong kompas dengan sudut 205 derajat menuju ke puncak kolotok, kami menggunakan tipe 3 yaitu close grid karena kami sudah tidak memakai guide berupa jalan setapak dan menggunakan cara membuka jalur. Maka kami memasang marker untuk memulai pergerakan, memberitahu barang apa saja yang kami tinggalkan dan tipe apa yang kami pakai. Kami memasang 2 marker yaitu end dan started untuk memberitahu perubahan tipe yang kami gunakan yaitu dari tipe 1 hestic menjadi tipe 3 close grid.

Setelah perjalanan selama 10 menit kami berhenti untuk memasang marker karena perubahan sudut yang kami tuju yaitu dari 205 derajat menjadi 220 derajat kearah puncak kolotok. Medan yang kami lewati lumayan ekstrim karena yang kami pijak selama berjalan bukanlah tanah namun tanaman berupa akar-akar menjalar dari pohon-pohon besar, karena itu kaki kami sering sekali jeblos kedalam akar tanaman itu, sehingga mengganggu dan memperlambat pergerakan kami dikarenakan tanaman yang rapat juga. Kami menuruni lembahan searah dengan 220 derajat tersebut, karena kami membuka jalan maka kami tidak tau medan seperti apa yang kami lewati didepan dan ternyata setelah vegetasi tidak terlalu rapat lembahan yang kami lewati sangat curam sehingga kami tidak dapat lagi berdiri dengan tegak melainkan hanya merosot sampai bawah dan bahkan dapat merosot dengan sangat jauh dan curam. Kami telah sampai di ujung lembahan yaitu berupa aliran air yang makin mengarah kelembahan.

Pada saat kami menyusuri lembahan yang berupa aliran air hujan turun deras maka dengan alasan keamanan kami putuskan untuk kembali naik ke punggungan pada pukulo 12.30 dan terus menyusuri punggungan sampai tiba dipuncakan. Lalu setelah kami menemukan jalan setapak kamu rubah guide pergerakan kami menjadi mengikuti jalan setapak karena banyak ribbon yang kami temui maka kami yakin berada dijalur yang benar. Pada pukul 14.45 setelah hujan sedikit reda kami putuskan untuk istirahat makan dan kami melakukan orientasi medan dan resection untuk menentukan koordinat kami. Koordinat tempat kami istirahat adalah 763423.212073 dan kami laporkan ke basecomm. Selama kami beristirahat makan kami mendengar suara dari kejauhan yang merupakan suara dari tim Kontribusyi yang ternyata berada dekat dengan kami namun mereka telah berada dipuncakan sedangkan kami belum. Maka setelah makan dan berkemas kami bergegas menuju asal suara tim Kontribusyi yaitu dengan menyusuri punggungan pada pukul 17.00. pada pukul 17.20 kami berhenti untuk memasang marker karena kami menemukan jejak yang kemungkinan berasal dari survivor yaitu rangka bivak. Dan setelah jalan 5 menit yaitu pada pukul 17.25 kami menemukan jejak lain yaitu bungkus mie, Cuma kami tidak yakin itu merupakan bekas survivor karena telah kadaluwarsa namu kami tetap membawa bungkus mie tersebut dan kembali memasang marker.

Pada pukul 17.40 kami bertemu dengan tim Kontribusyi di puncakan, maka kami berhenti di puncakan tersebut dan kembali membangun shelter serta beristirahat makan bersama dengan tim kontribusyi, pada saat diperjalanan dan disekitar shelter anggota tim PPS maupun Kontribusy banyak yang terserang pacet namun tidak terlalu menggangu. Setelah kami siap membangun shelter dan makan kami berganti baju kering agar tidak kedinginan dan beristirahat sebentar disekitar api sebelum tidur dan pada pukul 22.30 kami dari tim PPS tidur di shelter tim kami.

 

Hari Ketiga 19 Agustus 2013

Kami bangun dan bersiap-siap mengemas barang serta makan pada pukul 6 pagi, kami memasang marker sebagai penanda kami pernah berada disana dan meninggalkan jejak berupa rangka shelter, dan untuk memberitahu tipe apa yang kami pakai untuk mencari survivor. Pada hari ketiga ini kami mendapatkan informasi dari basecomm bahwa area posisi survivor ditemukan setelah mendapat beberapa informasi tambahan dari teman-teman survivor, maka survivor menginstruksikan agar kedua tim bersatu dan bergerak memotong kompas searah 165 derajat menuju posisi survivor pada pukul 08.35. lalu kami berhenti pada pukul 09.25 karena kami ingin melakukan orientasi medan menentukan titik koordinat kami  agar dapat dilaporkan ke basecomm. Titik koordinat tempat kami berada adalah 763350.211940 dan kami laporkan ke basecomm.

Pada pukul 09.43 basecomm memanggil dan merubah sudut pergerakan kami menjadi 205 derajat maka kami berhenti untuk memasang marker perubahan sudut pencarian. Selama perjalan kami juga selalu memasang ribbon sebagai penanda jalur yang kami lewati.  Kami beristirahat pada pukul 09.43 dan menunggu instruksi dari basecomm selanjutnya. Dan pada pukul 10.53 basecomm memberikan instruksi untuk mulai pergerakan dengan sudut yang telah diberikan. Medan yang kami lewati dengan cara membuka jalur adalah lembahan yang tidak terlalu curam dan vegetasi lumayan banyak sehingga kami perlu banyak menebas, medan yang kami lewati tidak terlalu sulit seperti yang tim PPS lewati kemarin. Setelah berjalan sampai pukul 12.00 kami putuskan untuk beristirahat sebentar dengan alasan kami kekurangan air sehingga tidak dapat memasak nasi dan belum menemukan sumber air lagi. Selama kami istirahat kami terus memanggil nama survivor dan samar-samar kami mendengar suara minta tolong dari arah barat daya dan menuju lembahan. Maka kami bergegas untuk berkemas dan langsung menuju asal suara yang kemungkinan besar dari survivor dengan terus memanggil nama survivor.

Pada pukul 12.50 kami menemukan survivor dalam keadaan patah tulang pada kaki kanan dari lutut sampai kaki serta mengalami kedinginan. Maka kami dengan cepat membagi tugas yaitu ada yang membuat tandu untuk mengevakuasi survivor, mencari kayu untuk membidai kaki survivor, beberapa ada yang memasak minuman untuk survivor agar dinginnya hilang, dan yang lain menemani survivor agar kesadarannya tetap terjaga, sangat penting menjaga kesadaran survivor agar survivor tetap hidup karena hipotermia dapat menyebabkan kematian pada saat penderita tertidur. Pada saat ditemani korban kami beri makanan dan minuman agar dinginnya dapat hilang. Setelah kami menemukan kayu untuk membidai kami dengan hati-hati membidai survivor agar patah tulangnya tidak bertambah parah. selesai membidai kami segera mengevakuasi korban ke tempat yang aman menuruni lembahan dan mengikuti jalan setapak sampai tiba ke tempat yang aman.

Pada pukul 15.00 kedua tim telah berhasil mengevakuasi korban menuju tempat yang aman dan kembali ke basecomm.

 

19-20  Agustus 2013

JUNGLE SURVIVAL

Jungle survival merupakan tahapan terakir yang harus kami lalui kalau kami ingin pulang walaupun dari hari pertama navigasi darat pun kami sudah mau pulang namun semangat berlatih dan jiwa kemanusiaan yang mendorong kami untuk meneruskan pencarian subur serta menyelesaikan aplikasi medan operasi gunung hutan. Pada awalnya selesai kami menemukan dan mengevakuasi subur kami kira hari itu akan selesai namun masih ada satu tahapan lagi yang paling berat menurut kami karena harus menahan lapar, dingin, lemas serta pikiran yang terus melayang ingin makan de chick, nasi goreng favorite, dan checo. Namun semua itu saya lewati dengan tetap tersenyum dan bersemangat karena setiap saya melihat saudara-saudara saya AM SAR XXIII mereka selalu bisa membuat saya tertawa dengan kebodohan-kebodohan yang pastinya orang normal tidak pernah lakukan.

Kembali ke jungle survival pada hari pertama kami membuat tempat perlindungan dari hujan panas dll yaitu berupa bivak yang sebenarnya gak layak juga disebut bivak, karena saudara-saudara saya lebih senang menyebutnya kandang B4B1. Namun pada akhirnya saya tetap tidur dengan nyenyak walaupun tempat tinggal tidak layak ditiduri. Karena sebelumnya kami diajarkan untuk tidur diatas pohon dan cukup menguras energi dan sedikit membahayakan khususnya pada pria. Setelah kami turun banyak keluhan berupa kaki kesemutan, badan tidak kerasa atau mati rasa dan khususnya pria yang tidak usah disebutkan keluhannya.

Pada hari kedua kami terus berusaha mengisi perut kami dengan makan apapun yang kami temui dengan dibubuhi sedikit gula ataupun garam sudah sangat nikmat bagi kami. Hutan yang awalnya rindang setibanya kami disana langsung berubah  cerah karena kami dapat memanfaatkan alam dengan sangat maksimal. Jantung pisang, daun pisan, pakis, udang kami makan dan bahkan kecebong raksasa yang kami temui sudah hampir jadi menu kami juga, namun setelah kami liat kondisinya yang jika kita buat untuk mengisi perut akan berefek samping yaitu muntah akhirnya kami buang. Begitulah yang kami lakukan selama jungle survival, nyari makan, bercanda, masak bercanda, tidur, bercanda, ya tidak ada saat yang kami lalui tanpa bercandaan mau bagaimanapun kondisi kami. Dan itulah kami AM SAR XXIII. Jungle survival diakhiri dengan berbuka puasa yaitu makan bersama yang makanannya dimasak oleh senior-senior kami yang baik hati. Terimakasih kakak. Dan begitulah akhir dari perjalanan para pejuang kemanusiaan di gunung hutan melewati berbagai pengalaman dan berubah menjadi kenangan.

 

THE END

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s